Top Ad unit 728 × 90

Terbaru

recent

Sebarkanlah Salam


Sebarkanlah Salam...

Kadang-kadang kita merasa hairan, mengapa sesama umat Islam kita bermusuhan padahal agamnya sama. Adakah ini perancangan musuh Islam untuk memecah-belahkan kesatuan umat Islam?

Lalu bagaimana untuk kita memperbaiki hubungan sesama umat Islam? Agama telah mengajar kita, salah satu caranya adalah dengan memberi dan menjawab salam.

Allah telah memberikan tips melalui sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

"Mahukah kalian aku tunjukkan suatu perbuatan yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai?” iaitu: “Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim no. 93)

Dari Abu Hurairah radiallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Kalian tidak akan masuk syurga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam sesama muslim." (Shahih Muslim no. 54)

Jadi, mulakanlah amalan memberi dan menjawab salam supaya hubungan dan ukhuwah sesama umat Islam sentiasa erat tidak kira apa perbezaan kita.

10 Adab-adab memberi dan menjawab salam yang dapat dikongsikan:

1. Memulakan ucapan salam

Sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

"Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulakan salam."
(HR. Bukhari no. 6065, Muslim no. 2559)

2. Mengucap salam dengan sempurna

Hadits dari ‘Imran bin Hushain radiallau ‘anhu, ia berkata: "Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan , ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh’.

Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh’.

Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh’."

(Hadits Riwayat Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 986, Abu Dawud no. 5195, dan At-Tirmidzi no. 2689 dan beliau meng-hasankannya).

3. Menjawab ucapan salam dengan ucapan yang lebih baik atau sama baik

Allah berfirman yang artinya:

"Apabila kalian diberi salam / penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa." (QS. An-Nisa':86)

4. Yang muda memberi salam pada yang tua. Yang berkendaraan memberi salam pada yang berjalan. Yang berjalan memberi salam kepada yang duduk. Yang sedikit memberi salam kepada yang banyak

Hadits Abu Hurairah yang muttafaq’alaih.

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Hendaklah yang muda memulai memberi salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk dan yang sedikit kepada yang lebih banyak..” Dan dalam suatu riwayat: “dan yang bertunggangan (berkenderaan) kepada yang berjalan." (riwayat Bukhari 6231, 6234 dan riwayat Muslim 2160)

5. Mengulang ucapan salam tatkala berjumpa lagi walaupun sesaat

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

"Apabila di antara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Apabila terhalang oleh pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian dia berjumpa lagi, maka hendaklah dia mengucapkan salam (lagi)." (HR. Abu Dawud: 4200, dishohihkan oleh Al-Albani dalam Misykat al-Mashobih: 4650, dan lihat Silsilah Shohihah: 186)






6. Boleh memberi salam kepada lelaki atau perempuan ajnabi jika bebas dari fitnah

"Apabila berkumpul dalam satu majelis sejumlah laki-laki dan sejumlah wanita, boleh bagi kedua belah pihak mengucapkan salam bila memang aman dari fitnah." (Fathul Bari 11/41 42-43, Syarh Riyadhis Shalihin 3/29)

7. Cukup seorang mewakili memberi & menjawab salam jika berkumpulan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Sudah cukup bagi jama’ah (sekelompok orang), jika mereka lalu, maka salah seorang dari mereka memberi salam dan sudah cukup salah seorang dari sekelompok orang yang duduk membalas salam tersebut." (HR. Abu Daud no. 5210. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

8. Tidak memulakan ucapan salam kepada Yahudi atau Nasrani

(HR. Muslim no. 2167)

9. Namun diboleh menjawab salam orang kafir dengan ucapan "wa'alaikum"

Hadith diriwayatkan Anas bin Malik,

"Ada seorang Yahudi melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia mengucapkan ‘as saamu ‘alaik’ (celaka engkau).” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas membalas ‘wa ‘alaik’ (engkau yang celaka).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Apakah kalian mengetahui bahwa Yahudi tadi mengucapkan ‘assaamu ‘alaik’ (celaka engkau)?” Para sahabat lantas berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami membunuhnya saja?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan.

Jika mereka mengucapkan salam pada kalian, maka ucapkanlah ‘wa ‘alaikum’." (HR. Bukhari no. 6926)

10. Cara-cara ucap dan jawab salam:

Cara 1: السلام عليكم

dijawab dengan lebih baik
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته / وعليكم السلام ورحمة الله

atau sama baik
وعليكم السلام

Cara 2: ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ

menjawab dengan lebih baik
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

atau sama baik
وعليكم السلام ورحمة الله

Cara 3: ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

menjawab dengan lebih baik atau sama baik
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Allahua'lam. Semoga bermanfaat.








Like | Follow | Subscribe

Facebook (Please Like)
Twitter (Please Follow)
Youtube (Please Subscribe)
Google+ (Please Follow)
Instagram (Please Follow)
Feed Burner (Please Subscribe)
Sebarkanlah Salam Reviewed by Fathul Bari Mat Jaya on 7:50 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Dr. Fathul Bari © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Abu Aqif Studio

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.